Jembatan Gladak Perak Piket Nol Mungkin buat anda yang biasa melalui jalur lintas selatan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, pasti sudah tidak asing lagi, dengan jembatan Gladak atau yang dikenal oleh masyarakat setempat dan juga daerah luar Lumajang dengan sebutan Piket Nol. Pasalnya letak jembatan tersebut, bersebelahan dengan kawasan Piket Nol Jembatan Gladak ini terletak di Kecamatan Pronojiwo atau di sebelah kaki gunung Semeru, dengan bentang sekitar 80-100 meter diatas permukaan sungai Besuk Sat.

Jembatan Gladak memiliki pannjng sekitar 65 meter, oleh warga sekitar sering disebut Jembatan Gladak Perak. Dari atas jembatan tersebut anda akan disuguhkan pemandangan yang sangat bagus adan juga indah sekali. Selain itu disebelah bart dari jembatan yang sudah lama tidak digunakan dan rusak tersebut juga terdapat jembatan lama dengan desain hampir sama dengan Jembatan Gladak Perak, karena sudah tidak layak untuk dilintasi kendaraan, dan Jembatan Klasik tersebutlah yang dahulunya dijadikan jembatan aslinya.

Jembatan Gladak Perak Piket Nol

Jembatan Gladak Perak Piket Nol

Jembatan bernuansa klasik ini dulunya dibuat oleh Belanda sekitar tahun 1920-an. Mungkin karena faktor usia dan tidak bisa menahan beban berat, dan akhirnya jembatan tersebut tidak bisa dipergunakan lagi untuk dilalui oleh kendaraan-kendaraan berat seperti truk dan lan-lannya. Namun ditahun 2001, jembatan tersebut dibangun lagi dengan menggunakan bahan dasar beton, sehingga sanggup menahan beban berat hingga sampai saat ini.

Di balik Jembatan Gladak Perak ada cerita yang beredar mengenai asal muasal nama Gladak Perak, Dahulu jembatan lama terseut dibangun dengan tumbal galang perak milik seorang penari ledek yang memiliki paras yang sangat cantik sebagai penolak balak. Selama pembangunanan jembatan tersebut, banyak pekerja jembatan Gladak Perak yang tewas karena terjatuh ke jurang yang memiliki kedalam yang tidak ada yang mengetahui.

Jembatan Gladak Perak Piket Nol

Di tahun 1947 jembatan tersebut juga pernah diledakan oleh Zeni Pioner, tujuannya supaya Belanda menghentikan pasukan belanda ke daerah Pronojiwo. Selepas itu jembatan tersebut dibangun lagi dan diresmikan pada tahun 1950 oleh Kian Siang asal Lumajang. Jembatan ini dicat dengan menggunakan warna Silver/Perak, karena itulah warga sekitar menyebutnya dengan sebutan Gladak Perak. Jembatan Gladak Perak terletak di Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menurut petunjuk arah yang dapat anda temukan didekat jembatan Gladak Perak, lokasi dari jembatan ini menuju Kec, Turen (Kabupaten Malang) berjarak 59 Km, sedangkan menuju Kec, Pasirian, Kabupaten Lumajang adalah 15 Km dan dari Kota Lumajang berjarak 34 Km.

Akses untuk menuju Jembatan Gladak Perak bisa melalui rute dari Kota Malang menuju Lumajang sekitar 59 Km, dari Kota Malang -Bululawang – Turen – Dampit – Tirtoyudo – Ampelgading – Pronojiwo. Jika anda melalui Kabupaten Lumajang, maka lakukan perjalanan ke selatan menuju Kecamatan Tempeh – Pasirian – Candipuro – Pronojiwo.

Jembatan Gladak Perak Piket NolJika anda melalui jalur selatan tersebut saya saran kan untuk berhati-hati, pasalnya jalur yang akan lalui jalannya sangat sempit berkelok-kelok dan naik turun. Dijalur tersebut juga banyak dilalui truk-truk pengangkut pasir disepanjang jalan lintas selatan Malang – Lumajang sehingga jalur Malang –  Lumajang banyak jalan yang rusak dan berlubang. Jadi bila anda ingin melintasi Jembatan Gladak Perak ini, anda harus lebih berhati-hati ketika melewati jalur melalui jalur tersebut.

Perjalanan menuju kawasan Jembatan Gladak Perak dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau pun sepeda motor selama 2 – 3 jam perjalaan, itupun jika anda melalui Kota Malang, terus bila anda melalui dari Kota Lumajang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit bahkan sampai 1 jam perjalanan.

Jika anda melalui jalur selatan tersebut saya saran kan untuk berhati-hati, pasalnya jalur yang akan lalui jalannya sangat sempit berkelok-kelok dan naik turun. Dijalur tersebut juga banyak dilalui truk-truk pengangkut pasir disepanjang jalan lintas selatan Malang – Lumajang sehingga banyak jalan yang rusak dan berlubang, namun tidak terlalui ramai. Jadi bila anda ingin melintasi Jembatan Gladak Perak ini, anda harus melalui jalur lintas selatan.

Jembatan Gladak Perak Piket Nol

Ketika anda melakukan perjalanan jauh menuju kota Malang atau Kota Lumajang, anda bisa menyempatkan untuk beristirahat (rest area) dikawasan Piket Nol. Pasalnya di kawasan jembatan tersebut anda akan ditawarkan dengan indanya pemandangan yang ada disekeliling lokasi jembatan Gladak Perak, udaranya juga sejuk dikarenakan adanya pepohonan yang tumbuh subur dikawasan lereng gunung Semeru tersebut. Di lokasi tersebut anda juga dapat melihat kera-kera yang berkeliaran bebas di jalan dekat jembatan tersebut.

Kawasan Jembatan Gladak Perak juga terdapat beberapa warung ditepi jalan dekat jembatan tersebut, dan lihatlah kebawah jembatan, apa yang pertama kali yang anda rasakan, pasti merinding ketika melihat tingginya jembatan ini dari permukaan sungai Besuk Sat yang ada dibawah jembatan tersebut, dan sungai inilah yang membawa aliran lahar dari Gunung Mahameru yang paling tinggi di Pulau Jawa.

piket nol, piket nol lumajang, gladak perak, jembatan gladak perak, jembatan piket nol, jembatan perak lumajang, Jembatan Gladak Perak (Piket Nol), jembatan lumajang, piket, sejarah piket nol lumajang, piket 0, jurang gladak perak jatim, piket nol jawa timur, asal usul piket nol, sejarah pembangunan piket 0, geladag perak, gladak perak piket nol, jembatan gladak perak piket nol, foto jembatan piket nol, piket no, piket legenda, jalan piket, macet di tiket nol lumajang, lumajang peket nol, wisata piket nol lumajang, jembatan di lumajang, jembatan piket 0 lumajang, jembatan galadak, jembatan lumajang ir sutami, jembatan gladak perak lumajang

Loading...



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *